5 Fakta Seputar Vaksin Kanker Serviks

May 17, 2018


Meski banyak penyebabnya, namun sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh virus bernama Human papillomavirus (HPV). HPV ditularkan pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area organ vital. Kemudian hal ini dapat membuat pertumbuhan sel abnormal pada mulut rahim (serviks) yang dapat berkembang menjadi kanker serviks. 

Sebagai salah satu upaya pencegahan, vaksin kanker serviks diberikan kepada para wanita. Pemberian vaksin sendiri disarankan mulai dari usia 10 tahun ke atas. Bagi usia 10-13 tahun, pemberian vaksin cukup 2 dosis. Pada usia 16-18 tahun, dosis ditingkatkan menjadi 3 dosis. Jarak masing-masing dosis berkisar 1-6 bulan.

Beberapa jenis vaksin HPV yang dapat dimanfaatkan, yaitu:

-       Jenis pertama yang digunakan untuk mencegah kanker serviks maupun pra kanker. Infeksi yang dicegah adalah infeksi dari virus HPV-16 dan HPV-18 yang biasanya menyebabkan kanker.

-     Jenis kedua disebut gardasil. Yang dicegah adalah kanker maupun pra kanker serviks, vulva, vagina, bahkan anus. Bukan hanya mencegah infeksi oleh HPV-16 dan HPV-18, tetapi juga mencegah infeksi HPV-6 dan HPV-11 yang menjadi penyebab kutil kelamin.

-       Jenis ketiga yaitu gardasil 9. Infeksi HPV yang dapat dicegah oleh vaksin ini mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang juga menyebabkan kanker serviks.

Sebenarnya apa saja fakta mengenai vaksin kanker serviks yang perlu Anda ketahui? Berikut kami berikan ulasannya untuk Anda.

Vaksin HPV baik diberikan ke anak
Usia paling baik untuk vaksin ini adalah antara 9-13 tahun. Jika diberikan pada usia itu, vaksin bisa menjadi optimal untuk mencegah kanker serviks. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mewajibkan vaksin HPV pada anak usia kelas 5-6 SD.

Tidak menyebabkan menopause dini
Kabar yang beredar di media sosial adalah vaksin HPV dapat mengakibatkan menopause dini, padahal hal itu tidak benar adanya. 

Vaksinasi HPV bisa menurunkan kematian akibat kanker serviks
Pemberian vaksin HPV ini efektif untuk menurunkan kematian akibat kanker serviks. Akan tetapi, pencegahan kanker serviks juga harus disertai pemeriksaan pap smear secara berkala agar semakin optimal.

Tidak 100% mencegah penyebaran kanker serviks
Di Indonesia, vaksin HPV yang banyak beredar adalah vaksin yang mengandung empat strain virus. Seseorang yang telah mendapat vaksin HPV tidak bebas 100% dari kanker serviks. Hal ini disebabkan masih terdapat puluhan strain virus lain yang dapat menginfeksi dan menimbulkan kanker serviks.

Demikian tadi ulasan mengenai vaksin kanker serviks di Indonesia. Jika Anda belum pernah divaksin kanker serviks, sebaiknya segera melakukan vaksin di Klinik Pandawa.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »